Gejala dan derita penyakit Hipertensi (Darah Tinggi) telah dialaminya sejak umur 20an, hal ini mulai dirasakannya setelah memiliki kebiasaan tidak sehat mengonsumsi berbagai jenis makanan berbahan dasar daging. Kondisi tersebut sangat menggangu aktivitas Pdt. Alex R. Sarandatu sebagai pelayan Tuhan, dan riwayat penyakit hipertensi pula yang telah menyebabkan ibundanya meninggal dunia.

Sudah sering memeriksakan diri ke dokter namun belum ada hasil yang menggembirakan. Bagaikan ketergantungan, sering kali ia mengonsumsi obat kimia penurun tekanan darah yang dibelinya melalui resep dokter, obat tersebut pun selalu siap sedia di dalam kantong pakaiannya hingga mudah dibawa berpergian. “Pernah periksa ke dokter tekanan darah saya mencapai 170/100. Kemudian setiap kepala saya merasa pusing dibagian belakang, langsung saya minum obat tersebut,” tuturnya mengisahkan.

Setelah bertemu Ollyanovi teman lamanya, ia dikenalkan produk Bintang Sejagat, salah satunya K-Muricata. “Awalnya setelah mengonsumsi K-Muricata saya tidak terlalu menanggapinya, tetapi lama kelamaan kok saya merasakan adanya perubahan kondisi kesehatan yang makin membaik,” katanya menerangkan. Apalagi dengan ditambah produk Amazon Berries, ia pun memberanikan diri mencoba mengonsumsi kembali berbagai jenis daging yang dulu dipantangnya, hasilnya ia tidak merasakan sakit seperti dulu.

K-Muricata dikonsumsinya sebanyak 2 x 1 sachet perhari yaitu pagi dan sore hari, pun demikian dengan produk Amazon Berries dikonsumsi setiap sore maupun menjelang tidur malam. Kedua produk tersebut selalu dibawa karena bentuk kemasannya yang praktis berupa sachet.

“Saya sangat bersyukur telah dipertemukan dengan produk yang sangat bermanfaat, karena berkat kuasaNya penyakit hipertensi saya teratasi, terima kasih” ucapnya menutup pembicaraan.

Pdt. Alex R. Sarandatu (54) Koja, Jakarta Utara